Selasa, 02 Januari 2018

Ilmu Sosial Dasar

Pentingnya Ilmu Sosial Dasar untuk pelajar
Ilmu sosial adalah ilmu yang mempelajari gejala atau interaksi sosial manusia di lingkungan sekitarnya seperti antropologi, geografi, sosiologi, psikologi, sejarah, ekonomi, dan politik. Dari perkembangan ilmu sosial timbul paham studi sosial yang disebut Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Ilmu Pengetahuan Sosial adalah bidang studi yang merupakan perpaduan dari sejumlah mata pelajaran sosial seperti antropologi, geografi, sosiologi sejarah, dan ekonomi. Di tingkat yang lebih tinggi ilmu pengetahuan sosial berkembang dan meluas menjadi ilmu sosial yang disebut Ilmu Sosial Dasar (ISD). Ilmu Sosial Dasar merupakan gabungan dari disiplin ilmu sosial yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar.
Ilmu Sosial Dasar adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia tentang masalah sosial dan juga membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya dengan menggunakan pengertian-pengertian. Ilmu Sosial dasar mulai diberikan di tingkat perguruan tinggi adalah dengan alasan karena diperkirakan sistem pendidikan di perguruan tinggi masih belum mengenali dimensi-dimensi lain di luar disiplin keilmuannya.
Perguruan tinggi dianggap seolah-olah tidak peka terhadap perkembangan masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Sedangkan di sisi lain tenaga ahli yang dilahirkan dari perguruan tinggi sangat diharapkan memiliki kemampuan personal, akademik, dan profesional.
Ø  Kemampuan personal
Tenaga ahli diharapkan memiliki pengetahuan sehingga menunjukkan sikap yang mencerminkan kepribadian Indonesia, mengenal dan memahami nilai agama, masyarakat, pancasila serta pandangan luas terhadap berbagai masalah masyarakat Indonesia.

Ø  Kemampuan akademik
Kemampuan untuk berkomunikasi secara ilmiah baik lisan maupun tulisan dan mampu berpikir logis, kritis, sistematis dan analitis. Memiliki kemampuan untuk mengedintifikasi dan merumuskan masalah yang sedang dihadapi.
Ø  Kemampuan professional
Kemampuan dalam bidang profesi tenaga ahli yang bersangkutan. Dan mereka diharapkan memiliki kemampuan dan keterampilan yang tinggi dalam profesinya.
Tenaga ahli sangat diharapkan dapat mempelajari dan menyadari adanya berbagai masalah kependudukan dalam hubungannya dengan perkembangan masyarakat dan kebudayaan. Mempelajari dan menyadari adanya masalah-masalah individu, keluarga, dan masyarakat. Mempelajari hubungan antara warga negara dan negara, serta mempelajari hubungan antara pelapisan sosial dan persamaan derajat.

Tujuan Mempelajari Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar memiliki tujuan pembinaan mahasiswa agar memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada di dalam masyarakat. Memahami jalan pikiran para ahli dari bidang ilmu pengetahuan lain dan dapat berkomunikasi dengan mereka. Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk turut serta dalam usaha-usaha penanggulangannya. Memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji dan menyadari setiap masalah sosial dan gejala sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya bisa memahaminya secara kritis. Dan yang paling penting adalah membantu perkembangan wawasan penalaran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan ciri kepribadian yang diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia-manusia lain, serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.
Cara untuk meminimalisir tingkat kemiskinan jika dilihat dari Globalisasi
Kemiskinan dan globalisasi memang sudah lama menjadi bahan perdebatan, bukan hanya di kalangan ekonom-ekonom dalam negeri, tapi juga dunia. Perdebatannya pun tak pernah jauh-jauh dari bagaimana dampak globalisasi terhadap kemiskinan; menekan kemiskinan atau justru memperbesar kemiskinan.
Sejak proses globalisasi mulai berlangsung, kondisi kehidupan di hampir semua negara terkesan meningkat, apalagi jika diukur dengan indikator-indikator lebih luas. Namun, seringkali pula peningkatan itu hanya ada dalam perjanjian di atas kertas. Negara-negara maju dan kuat memang bisa meraih keuntungan, tapi tidak negara-negara berkembang dan miskin.
Kita memang tidak seharusnya antiglobalisasi. Kita juga perlu terus melakukan reformasi di bidang hukum, termasuk yang terkait perdagangan bebas dan pembukaan akses pasar. Tapi, kita perlu juga mewaspadai akibat globalisasi terhadap proses pemiskinan. Globalisasi mungkin tidak akan memiliki ekses pada kemiskinan, jika pemerintah tahu benar cara melindungi sektor informal domestik dalam keterbukaan akses pasar.

Upaya – Upaya Pelestarian Kebudayaan Asli Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku bangsa dan unsur kebudayaan yang semua sebagaimana tersirat dalam Bhineka Tunggal Ika yang artinya “ walaupun berbeda – beda tetap satu jua “ Kebudayaan lama atau yang sering disebut kebudayaan asli bangsa indonesia dimana kebudayaan ini belum terjamah oleh kebudayaan asing merupakan suatu harus tetap kita pertahankan karena ini meryupakan suatu kebanggaan atau kekayaan bangsa kita
Contoh konkrit kehidupan sosial masyarakat yang masih terjaga yang memiliki nilai positif, antara lain:
Ø  Diadakannya syukuran atas terjadinya kejadian-kejadian besar
Ø  Sopan Santun dalam bersosialisasi yang masih terjaga
Ø  Tetap diadakan upacara-upacara daerah

Toleransi
Manusia merupakan makhluk yang berbeda dengan makhluk hidup lain, mempunyai pikiran, akal, dan perasaan.  Namun, dengan segala pikiran, akal, dan perasaannya manusia tidak dapat hidup sendiri.  Manusia membutuhkan orang lain atau manusia lain dalam hidupnya.  Oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk sosial.  Dan akibat dari pergaulannya dengan manusia lain, maka kehidupannya tidak selalu berjalan mulus.  Beberapa di antaranya akan timbul persinggungan dan gesekan dengan manusia lain.  Karena setiap manusia pada dasarnya unik, dan tidak bisa disamakan.
Untuk menghindari persinggungan atau gesekan dengan manusia lain atau kelompok masyarakat lain, maka dikembangkan sikap hidup toleransi.  Sikap yang harus dimiliki setiap manusia bila ingin hidupnya berhasil di tengah-tengah masyarakat.  Sikap tolerasni ini juga hadir karena keanekaragaman manusia, baik secara fisik, akal, perasaan, pendapat, hingga perbedaan suku, warna kulit, ras, dan agama.
Toleransi dalam Beragama di Indonesia
Indonesia mengakui adanya 5 agama yang dianut masyarakatnya, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Budha dan Hindu dan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Sungguh suatu keberagaman yang cukup banyak. Apalagi bila ditambah dengan berbagai agama lain yang dianut oleh warga negara asing yang tinggal di Indonesia. Agama yang dianut warga negara asing selama sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia juga harus dihargai. Sesuai dengan nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia yang menjadi dasar negara, yaitu Pancasila, maka toleransi beragama di Indonesia dikembangkan.
Nilai-nilai luhur pancasila tersebut sesuai dengan sila yang tercantum dalam Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. UUD 1945 pasal 29 ayat 2, menguatkan tentang perlunya toleransi beragama yang harus dilaksanakan di Indonesia “negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Tidak mudah menjalankan toleransi dalam beragama di Indonesia yang bercampur dengan perbedaan suku, dan perbedaan-perbedaan lain yang menjadikannya semakin beragam. Beberapa kali terdengar pergesekan antar umat beragama di Indonesia.   Yang dengan semangat persatuan dan kesatuan masih bisa diatasi.  Beberapa penyebab munculnya pergesekan dan ketegangan antar umat beragama antara lain, sebagai berikut:

1.       Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh pemeluk agama tentang agamanya sendiri dan agama orang lain, sehingga yang sering adalah salah mengambil sikap.
2.       Tidak adanya pemahaman yang jelas tentang memegang teguh keyakinan beragama dan toleransi.  Misalnya, pemahaman toleransi dalam beribadah adalah membiarkan orang ayng beragama berbeda menjalankan ibdahnya, tidak termasuk ikut serta dalam ibadah satu perayaan agama orang lain.
3.       Sifat dari setiap agama yang mengandung misi dakwah dan tugas dakwah, berarti dapat mengajak orang lain atau menasehatinya untuk memeluk agama yang dianutnya.  Selama hal tersebut tidak dilakukan dengan memaksa dan tidak dengan menghina agama lain dan penjelasan yang sesuai logika, maka tidak akan menimbulkan ketegangan.
4.       Kurangnya saling menghargai dalam perbedaan pendapat, sehingga terkadang emosi ikut terbawa dalam perdebatan yang tidak sehat. Saling mencurigai antar contoh sikap toleransi antar umat beragama yang berlebihan.

5.       Para pemeluk agama yang tidak dapat mengontrol diri sehingga dapat memandang rendah agama orang lain. Misalnya, ketidaksetujuan atas ajaran agama orang lain yang dilakukan dengan cara mencaci maki.

Selasa, 05 Desember 2017

Pengertian IPTEK dan Kemiskinan

Penjelasan tentang IPTEK

IPTEK adalah singkatan dari ‘ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri.

Lalu kita bahas mengenai pengertian Ilmu, Pengetahuan dan teknologi:
Ilmu adalah pemahaman mengenai suatu pengetahuan, yang mempunyai fungsi untuk mencari, menyelidiki, lalu menyelesaikan suatu hipotesis. Ilmu juga yaitu merupakan suatu pengetahuan yang sudah teruji akan kebenarannya.
Pengetahuan adalah suatu yang diketahui ataupun disadari oleh seseorang yang didapat dari pengalamannya. Pengetahuan juga tidak dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena kebenarannya belum teruji. Pengetahuan muncul disebabkan seseorang menemukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah dilihatnya.
Teknologi adalah suatu penemuan melalui proses metode ilmiah, untuk mencapai suatu tujuan yang maksimal. Atau dapat diartikan sebagai sarana bagi manusia untuk menyediakan berbagai kebutuhan atau dapat mempermudah aktifitas.

Pengertian Kemiskinan
Secara etimologis “kemiskinan” berasal dari kata “miskin” yang artinya tidak berharta benda dan serba kekurangan. Departemen Sosial dan Biro Pusat Statistik, mendefinisikan sebagai ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk hidup layak (BPS dan Depsos,2002).

A.        Faktor-faktor penyebab terjadinya kemiskinan

1.      Pengangguran
Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan masyarakat sekitar.
2.      Tingkat pendidikan yang rendah
Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih,  masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.
Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.
3.      Bencana Alam
Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.

B.        Cara Mengatasi Kemiskinan

1.      Pemerintah harus menyediakan lebih banyak lagi lapangan pekerjaan, agar dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah kehidupan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anggota keluarganya.
2.      Jangan menjadi pemalas! Selain pemerintah, masyarakat juga harus ikut andil dalam mensejahterakan kehidupan. Apabila masih belum ada lowongan pekerjaan, masyarakat bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri, lebih bagus jika lapangan pekerjaan buatan sendiri itu bisa menampung orang lain untuk menjadi karyawan kita.
3.      Bantuan pendidikan dan kursus gratis dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan sekolahnya tanpa bingung soal biaya. Kursus menjahit, memasak untuk ibu-ibu atau bapak-bapak, serta menyediakan fasilitasnya, seperti mesin jahit dan peralatan memasak agar setelah selesai kursus, para bapak dan ibu tersebut bisa langsung mempraktikkan keahliannya di lingkungan dimana mereka tinggal.

Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme

A. Prasangka dan Diskriminasi

Prasangka adalah Sikap yang negatif terhadap sesuatu tanpa ada alasan yang mendasar atas pribadi tersebut.
Diskriminasi adalah Pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara ( berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb)

Prasangka dan Diskriminasi berhubungan erat satu dengan yang lainnya karena pada teorinya prasangka bersumber pada satu sikap dan diskriminasi menunjuk pada satu sikap, prasangka dapat menjadi dasar dari diskriminasi, dan pada akhirnya mereka akan melakukan tindakan yang negatif.

Contoh Prasangka adalah adanya persaingan antar individu secara berlebihan dalam suatu lingkungan, misalnya persaingan antar karyawan dalam suatu tempat kerja.

Sedangkan contoh Diskriminasi adalah Cina sebagai kelompok minoritas, sering menjadi sasaran rasial, walaupun secara yuridis telah menjadi warga negara Indonesia dan dalam UUD 1945 Bab X Pasal 27 dinyatakan bahwa semua warga negara mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.


Apabila muncul suatu sikap berprasangka dan diskriminatif terhadap kelompok sosial lain, atau terhadap suku bangsa , kelompok etnis tertentu, bisa jadi akan menimbulkan pertentangan-pertentangan yang lebih luas.

B. ETNOSENTRISME
Etnosentrisme adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.

Sebab-sebab Munculnya Etnosentrisme di Indonesia
Salah satu faktor yang mendasar yang menjadi penyebab munculnya etnosentrisme di Bangsa ini adalah budaya politik masyarakat yang cenderung tradisional dan tidak rasionalis. Budaya politik masyarakat kita masih tergolong budaya politik subjektif Ikatan emosional –dan juga ikatan-ikatan primordial- masih cenderung menguasai masyarakat kita. Masyarakat kita terlibat dalam dunia politik dalam kerangka kepentingan mereka yang masih mementingkan suku, etnis, agama dan lain-lain. Aspek kognitif dan partisipatif masih jauh dari masyarakat kita.
Salah satu faktor yang juga menjadi penyebab munculnya masalah etnosentrisme adalah pluralitas Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan. Pluralitas masyarakat Indonesia ini tentu melahirkan berbagai persoalan. Setiap suku, agama, ras dan golongan berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan menguasai yang lain.Pertarungan kepentingan inilah yang sering memunculkan persoalan-persoalan di daerah.

Contoh Etnosentrisme di Indonesia adalah kebiasaan memakai koteka bagi masyarakat papua pedalaman. Jika dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga papua pedalaman, memakai koteka mungkin adalah hal yang sangat memalukan. Tapi oleh warga pedalaman papua, memakai koteka dianggap sebagai suatu kewajaran, bahkan dianggap sebagai suatu kebanggaan.

Cara Untuk Mengurangi/Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi

a.       Perbaikan kondisi sosial ekonomi
Pemerataan pembangunan dan membuka lapangan pekerjaan merupakan cara cukup baik mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan sosial antara masyarakat menengah kebawah dengan menengah keatas
b.      Perluasan kesempatan belajar
Usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan kesejahteraan dalam bidang pendidikan sudah dilakukan, misalnya saja dana APBN yang sudah mencapai 20% untuk dunia pendidikan, Wajib Belajar (WAJAR) selama 9 tahu, dll.

Rabu, 29 November 2017

Kaitan Agama & Masyarakat

Fungsi Agama dalam Kehidupan Masyarakat

Agama merupakan salah satu prinsip yang (harus) dimiliki oleh setiap manusia untuk mempercayai Tuhan dalam kehidupan mereka. Tidak hanya itu, secara individu agama bisa digunakan untuk menuntun kehidupan manusia dalam mengarungi kehidupannya sehari-hari. Namun, kalau dilihat dari secara kelompok atau masyarakat, bagaimana kita memahami agama tersebut dalam kehidupan masyarakat?
Prof. Dr. H. Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Agama membantu kita memahami beberapa fungsi agama dalam masyarakat, antara lain:
1.       Fungsi Edukatif (Pendidikan). Ajaran agama secara yuridis (hukum) berfungsi menyuruh/mengajak dan melarang yang harus dipatuhi agar pribagi penganutnya menjadi baik dan benar, dan terbiasa dengan yang baik dan yang benar menurut ajaran agama masing-masing.
2.       Fungsi Penyelamat. Dimanapun manusia berada, dia selalu menginginkan dirinya selamat. Keselamatan yang diberikan oleh agama meliputi kehidupan dunia dan akhirat.
3.       Fungsi Perdamaian. Melalui tuntunan agama seorang/sekelompok orang yang bersalah atau berdosa mencapai kedamaian batin dan perdamaian dengan diri sendiri, sesama, semesta dan Alloh. Tentu dia/mereka harus bertaubat dan mengubah cara hidup.
4.       Fungsi Kontrol Sosial. Ajaran agama membentuk penganutnya makin peka terhadap masalah-masalah sosial seperti, kemaksiatan, kemiskinan, keadilan, kesejahteraan dan kemanusiaan. Kepekaan ini juga mendorong untuk tidak bisa berdiam diri menyaksikan kebatilan yang merasuki sistem kehidupan yang ada.
5.       Fungsi Pemupuk Rasa Solidaritas. Bila fungsi ini dibangun secara serius dan tulus, maka persaudaraan yang kokoh akan berdiri tegak menjadi pilar "Civil Society" (kehidupan masyarakat) yang memukau.
6.       Fungsi Pembaharuan. Ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi seseorang atau kelompok menjadi kehidupan baru. Dengan fungsi ini seharusnya agama terus-menerus menjadi agen perubahan basis-basis nilai dan moral bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
7.       Fungsi Kreatif. Fungsi ini menopang dan mendorong fungsi pembaharuan untuk mengajak umat beragama bekerja produktif dan inovatif bukan hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
8.       Fungsi Sublimatif (bersifat perubahan emosi). Ajaran agama mensucikan segala usaha manusia, bukan saja yang bersifat agamawi, melainkan juga bersifat duniawi. Usaha manusia selama tidak bertentangan dengan norma-norma agama, bila dilakukan atas niat yang tulus, karena untuk Alloh, itu adalah ibadah.
*Tulisan di atas disarikan dari buku Psikologi Agama, karya Prof. Dr. H. Jalaluddin,  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007 dan disarikan dari tulisan Ahmad Fuad Fanani dalam harian Kompas, 06 Maret 2004.


Cara menjaga harmonisasi antar umat beragama di Indonesia.

Di Indonesia yang memiliki banyak suku budaya. Tentunya, tidak sedikit juga agama-agama yang dianut masyarakat indonesia. Agar dapat menjaga keharmonisan  di Indonesia adalah sebagai berikut :
1.               Memperkuat dasar-dasar kerukunan internal dan antar umat beragama, serta antar umat beragama dengan pemerintah.
2.               Membangun harmoni sosial dan persatuan nasional dalam bentuk upaya mendorong dan mengarahkan seluruh umat beragama untuk hidup rukun dalam bingkai teologi dan implementasi dalam menciptakan kebersamaan dan sikap toleransi.
3.               Menciptakan suasana kehidupan beragama yang kondusif dalam rangka memantapkan pendalaman dan penghayatan agama serta pengamalan agama yang mendukung bagi pembinaan kerukunan hidup intern dan antar umat beragama.
4.               Melakukan eksplorasi secara luas tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan dari seluruh keyakinan plural umat manusia yang fungsinya dijadikan sebagai pedoman bersama dalam melaksanakan prinsip-prinsip berpolitik dan berinteraksi sosial satu sama lainnya dengan memperlihatkan adanya sikap keteladanan.
5.               Melakukan pendalaman nilai-nilai spiritual yang implementatif bagi kemanusiaan yang mengarahkan kepada nilai-nilai Ketuhanan, agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan nilai-nilai sosial kemasyarakatan maupun sosial keagamaan.
6.               Menempatkan cinta dan kasih dalam kehidupan umat beragama dengan cara menghilangkan rasa saling curiga terhadap pemeluk agama lain, sehingga akan tercipta suasana kerukunan yang manusiawi tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu.
7.               Menyadari bahwa perbedaan adalah suatu realita dalam kehidupan bermasyarakat, oleh sebab itu hendaknya hal ini dijadikan mozaik yang dapat memperindah fenomena kehidupan beragama.

Cara penerapan nilai-nilai dan norma-norma keagamaan

Kita tahu pentingnya norma dalam kehidupan, pertanyaannya sekarang, bagaimanakah cara menanamkan norma tersebut? Untuk menanamkan norma dalam diri seseorang dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1.               Teladan berarti meniru seseorang yang memiliki sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh, seperti perbuatan, tingkah laku sifat, dan sebagainya. Siapa yang dapat memberikan teladan.
2.               Orang tua harus berperilaku yang dapat diteladani oleh anaknya karena pada awalnya anak akan mencotoh orang tuanya.
3.               Tokoh agama: Tokoh tersebut dapat dapat diteladani dari kisah-kisah yang ada pada kitab suci ataupun sejarah.
4.               Pembiasaan Sesuatu yang dibiasakan dan dilakukan berulang-ulang, lama-lama akan mendarah daging. Dengan cara pembiasaan kita dapat menerapkan nilai dan norma dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu biasakanlah melakukan kebiasaan yang baik dan tinggalkan kebiasaan yang buruk. Pembiasaan akan membentuk karakter seseorang.
5.               Penyadaran Untuk menerapkan norma dapat dilakukan dengan cara penyadaran. Dalam hal ini, sadar berarti merasa atau mengerti norma itu penting. Agar mengerti pentingnya norma, seseorang harus memahami nilai baik dari norma tersebut apabila dipatuhi dan dijalankan. Orang yang memahami pentingnya sebuah nilai dari suatu norma maka ia akan menjalankannya tanpa ada paksaan.
6.               Pengawasan Pelaksanaan norma dalam masyarakt memerlukan pengawasan. Pengawasan dilakukan untuk memperhatikan tingkah laku masyarakat, untuk memastikan tidak adanya penyimpangansekalipun ditemukan penyimpangan, dapat secepatnya diambil tidakan untuk mengoreksinya. Pengawasan dapat dilakukan oleh berbagai pihak dengan cara bimbingan, sindiran, teguran, atau peringatan.
7.               Peghargaan Dan Hukum Untuk menerapkan norma dapat dilakukan dengan memberikan penghargaan. Penghargaan tersebut dapat menambah motivasi seorang untuk menaati suatu norma. Penghargaan tidak selalu berupa hadiah, biasa saja berupa pengakuan, penghormatan, pujian, perhatian, dan sebgainya. Ada penghargaan bagi yang menaati norma, ada pula hukuman bai yang melanggarnya. Hukuman dibuat untuk menimbulkan efek jera bagi yang melanggarnya.

Peran Agama dalam menyatukan visi misi mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa


Peran agama dalam membangun demokrasi di Indonesia merupakan bagian dari jiwa didalam 4 pilar negara yaitu Bhineka Tunggal Ika, Pancasila, UUD 45’, dan NKRI. Upaya membangun demokrasi di Indonesia sebagai langkah menjaga hak-hak masyarakat dalam kehidupan bernegara. Jika di Indonesia benar-benar di terapkan hukum secara adil yang diatur dalam UUD 1945, mungkin yang terjadi tidak akan demikian dengan adanya kerusuhan yang melibatkan SARA.  Agama sebagai penyejuk umat beragama dan bernegara haruslah penting menjadi perhatian karena situasi Indonesia yang plural yang menjadikan tingkat perBedaan di Indonesia tinggi. Oleh sebab itu peran agama diharapkan tidak keluar dari nilai-nilai 4 pilar dalam kehidupan bernegara. Karena agama merupakan elemen yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sosial masyarakat dan menjadi suatu kunci yang dapat meningkatkan value dari identitas kelompok masyarakat. Yang mana nilai-nilai yang diterapkan suatu kepercayaan yang dianut oleh sekelompok masyarakat akan menjadikan bagian dari dinamika kehidupan beragama sehingga akan menjadi pola interaksi yang beragam dalam perbedaan. Perbedaan yang ada diharapkan mampu untuk saling mengisi ruang-ruang kosong dalam kehidupan bermasyarakat sebagai upaya menjaga pertahanan dan keamanan negara baik kedalam maupun keluar.

Senin, 13 November 2017

Stratifikasi & Persamaan

STRATIFIKASI SOSIAL (PELAPISAN SOSIAL)

Kata stratifikasi berasal dari bahasa latin yaitu “stratum” yang artinya tingkatan. Secara harfiah stratifikasi sosial berarti tingkatan masyarakat dalam kehidupan sosial. Stratifikasi sosial merupakan pemisihan masyarakat ke dalam kelompok tertentu berdasarkan suatu kriteria atau sifat yang dibutuhkan.

TEORI-TEORI PELAPISAN SOSIAL MENURUT PARA AHLI

1.      Teori Evolusioner-fungsionalis (Talcott Parsons)
Menjelaskan bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecenderungan masyarakat untuk berkembang yang disebut sebagai kapasitas adaptif. Kapasitas adaptif adalah kemampuan masyarakat untuk merespon lingkungan dan mengatasi berbagai masalah yang selalu dihadapi manusia sebagai makhluk sosial.
2.      Teori Surplus (Gerhard Lenski )
Yang berorientasi materialistis dan berlandaskan teori konflik. Teori konflik yang bertentangan dengan teori Parsons berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha untuk mensejahterakan dirinya. Individu berperilaku menurut kepentingan pribadi, bekerja sama dengan sesama jika terkait dengan kepentingannya dan akan berebut dengan sesama jika melihat kesempatan terbuka bagi kepentingannya. Individu relatif tidak pernah puas dan mempunyai kemampuan yang berbeda.
3.      Teori Kelangkaan
Teori ini beranggapan bahwa penyebab utama timbulnya stratifikasi disebabkan tekanan jumlah penduduk. Tekanan penduduk yang semakin besar menyebabkan semakin kuatnya egoisme dalam pemilikan tanah, dan hubungan produksi (dalam pemikiran Marxisme) telah menghilangkan apa yang disebut sebagai pemilikan bersama

PENYEBAB MUNCULNYA STRATIFIKASI SOSIAL (PELAPISAN SOSIAL)
1. Kekayaan
Kekayaan materi dapat dijadikan tolak ukur penempatan seorang individu dalam lapisan sosial yang ada. Orang yang lebih kaya akan menduduki peringkat yang lebih tinggi. Kekayaan seseorang dapat dinilai dari tempat tinggal, cara berpakaian, materi, kebiasannya dalam berbelanja, kemampuannya dalam bersedekah dan gaya hidupnya.
2. Kekuasaan dan Wewenang
Kekuasaan dan Wewenang umumnya tidak lepas dari faktor kekayaan di atas. Orang yang lebih kaya cenderung lebih berkuasa, atau sebaliknya. Jadi kekuasaan dan kekayaan seringkali berhubungan satu sama lain.
3. Kehormatan
Kehormatan biasanya didapatkan karena jasa – jasa seseorang dalam suatu lingkungan masyarakat. Orang yang dihormati akan menempati tingkatan stratifikasi sosial yang lebih tinggi karena pendapatnya sangat berpengaruh dalam suatu kelompok.

4. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan merupakan salah satu dasar stratifikasi sosial dalam bidang tertentu. Orang dengan ilmu pengetahuan yang lebih luas akan menduduki tingkatan stratifikasi yang lebih tinggi dalam bidang yang berkaitan. Ilmu pengetahuan yang dikuasi berbeda – beda pada setiap bidang

Dari  uraian diatas dapat disimpulkan bahwa stratifikasi sosial dalam masyarakat tidak dapat kita hindari. Karena stratifikasi tersebut merupakan hasil dari proses interaksi sosial dan keinginan manusia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun ada stratifikasi yang bersifat tertutup yang sampai saat ini masih berlaku di salah satu negara di dunia. Tradisi ini sulit diubah karena memang sudah berjalan ribuan tahun. Maka dari itu kita tidak bisa menilai stratifikasi sosial adalah hal buruk karena dapat kita gunakan sebagai motivasi menjadi lebih baik dan jangan pula terlalu memperhatikan pelapisan sosial ini karena tidak benar manusia menilai pelapisan sosial sebagai pandangan hidup yang kekal.


PERSAMAAN DERAJAT & HAK

Persamaan Derajat di Indonesia
            Derajat kemanusiaan adalah tingkatan, martabat dan kedudukan manusiasebagai makhluk Tuhan yang memiliki kemampuan kodrat, hak dan kewajiban azasi. Dengan adanya persamaan derajat setiap orang harusmengakui serta menghormati akan adanya derajat manusia. Sikap ini harus ditumbuhkan dan dipelihara dalam hubungan kemanusiaan, baik dalamlingkungan keluarga, lembaga pendidikan maupun di lingkungan pergaulan masyarakat.Manusia dikarunian potensi berpikir, rasa dan cipta, kodrat yang sama sebagai makhlukpribadi (individu) dan sebagai makhluk masyarakat (sosial). Di negara indonesia sendiri sudah memiliki hukum tentang persamaan derajat manusia yaitu landasan ideal yakni PANCASILA dan landasan konstitusional yakni dalam UUD 1945.

Persamaan hak azasi manusia menurut Declaration of Human Right
            Tidak banyak masyarakat kita tahu. Bahwa enam puluh dua tahun yang lalu, tepatnya 10 Desember 1948. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB/UN) memproklamasikan THE UNIVERSAL DECLARATION OF HUMAN RIGHTS. Sebuah deklarasi Hak Asasi Manusia dunia yang seharus diketahui dan dipahami oleh setiap warga negara yang menghimpun diri dalam organisasi PBB/UN.
            Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR) adalah sebuah pernyataan yang bersifat anjuran yang diadopsi oleh Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (A/RES/217, 10 Desember 1948 di Palais de Chaillot,Paris). Pernyataan ini terdiri atas 30 pasal yang menggarisbesarkan pandangan Majelis Umum PBB tentang jaminan hak-hak asasi manusia (HAM) kepada semua orang. Eleanor Roosevelt, ketua wanita pertama Komisi HAM (Commission on Human Rights/CHR) yang menyusun deklarasi ini, mengatakan, “Ini bukanlah sebuah perjanjian di masa depan, ini mungkin akan menjadi Magna Carta internasional.

ELITE & MASSA
A. PENGERTIAN ELITE
Menurut KBRI, elite adalah orang-orang terbaik atau pilihan dalam suatu kelompok/kelompok kecil orang-orang terpandang atau berderajat tinggi (kaum bangsawan, cendekiawan, dsb). Dalam arti lebih khusus, elite adalah sekelompok orang terkemuka di bidang-bidang tertentu dan khususnya golongan  kecil yang memegang kekuasaan.

B. PENGERTIAN MASSSA
            Istilah massa dipergunakan untuk menunjukkan suatu pengelompokkan kolektif lain yang elementer dan spontan, yang dalam beberapa hal menyerupai crowd, tapi yanag secara fundamental berbeda dengannya dalam hal-hal yang lain.

Massa diwakili oleh orang-orang yang berperan serta dalam perilaku massal sepertinya mereka yang terbangkitkan minatnya oleh beberapa peristiwa nasional, mereka yang menyebar di berbagai tempat, mereka yang tertarik pada suatu peristiwa pembunuhan sebagai diberitakan dalam pers, atau mereka yang berperanserta dalam suatu migrasi dalam arti luas.

Senin, 06 November 2017

Ilmu Pengetahuan & Teknologi

A. Pengertian Ilmu Pengetahuan

Ilmu adalah sesuatu yang tersusun dari pengetahuan secara teratur, yang diperoleh dari objek tertentu yang sistematis, metodis, rasional/logis, empiris, umum dan akumulatif.

Pengetahuan dari pandangan Aristoteles merupakan sesuatu yang dapat diinderai dan dapat merangsang budi. Pandangan Bacon & David Home pengetahuan diartikan sebagai pengalaman indera dan batin. Menurut Imanuel Kant pengehuan merupakan persatuan antara budi dan pengalaman.

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang didasarkan atas fakta-fakta di mana pengujian kebenarannya diatur menurut suatu tingkah laku sistem. Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu.

B. Pengertian Tekonologi

Teknologi menurut bahasa Yunani, yaitu tekne, yang berari pekerjaan, dan logos, berarti suatu studi peralatan, prosedur dan metode yang digunakan pada berbagai cabang industri.
Teknologi menurut Bahasa Perancis yaitu “La Teknique“  yang dapat diartikan dengan Semua proses yang dilaksanakan dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional.Teknologi juga berarti keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

C. Kaitan Ilmu Pengetahuan & Teknologi

           Hubungan antara ilmu pengetahuan dengan tekhnologi yaitu ilmu pengetahuan harus sejalan dengan tekhnologi agar bisa mengikuti jaman. jika tekhnologi tidak sejalan dengan pengetahuan maka kita kan ketinggalan jaman, sedangkan jika pengetahuan tidak sejalan dengan tekhnologi maka informasi akan lambat didapat.


Fenomena Teknologi pada masyarakat sesuai teori Sastrapratedja (1980)

Menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Rasionalistas, artinya tindakan yang spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan atau tidak alamiah.
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis.
  4. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
  5. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan idiologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
  6.  Otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.






Senin, 30 Oktober 2017

Potensi-potensi pemuda dalam upaya "Mencerdaskan Kehidupan Bangsa"

Banyak macam-macam potensi pemuda yg dapat mengharumkan nama bangsa kita, bangsa Indonesia. Hanya saja banyak orang-orang yg tidak sadar akan potensinya tersebut. Kali ini mari kita bahas tentang macam-macam potensi pemuda berikut ini:

1. Idealisme & daya kritis
Jika dilihat dari aspek sosiologi, pemuda Indonesia belum mapan dalam tahap ini, pemuda masih bias melihat kekurangan-kekurangan yang ada dalam tatanan sehingga dapat menimbulkan gagasan baru. Namun, kiranya sikap ini harus disertai dengan rasa tanggung jawab.

2. Dinamika & kreatifitas
Dengan adanya sikap idealisme dan daya kritis yang kuat, berarti generasi muda dapat menimbulkan kreatifitas dan dinamika dalam tatanan berupa perubahan, pembaruan, dan menyempurnakan kekurangan yang ada.

3. Keberanian mengambil resiko
Dalam upaya pembangunan pasti akan ada resiko resiko yang akan timbulnya, seperti melesetnya jadwal pembangunan, terhambat, atau bahkan gagal. Kaum muda dengan kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan dapat mengatasi hal tersebut dengan baik dikarenakan, dan juga lebih berani dalam mengambil resiko.

4. Optimisme & penuh semangat
Optimis dan semangat yang ada dalam jiwa generasi muda akan menjadi daya pendorong untuk menghasilkan sesatu yang lebih maju lagi sehingga terbentuknya mental yang kuat yang tidak mudah patah semangat.

5. Sikap mandiri & disiplin
Dengan sikap kemandirian mereka dapat menyadari batas-batas yang wajar dan memiliki tenggang rasa, serta melaksanakan sesuatu dengan disiplin.

6. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik dalam arti kualitatif maupun dalam arti kuantitatif, generasi muda secara relatif lebih terpeljar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari generasi pendahulunya.

7. Keanekaragaman dalam persatuan & kesatuan
Keanekaragaman pada pemuda, merupakan cermin keanekaragaman bangsa kita. Keanekaragaman tersebut merupakan potensi dinamis dan kreatif berdasarkan semangat sumpah pemuda serta kesamaan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

8. Patriotisme & Nasionalisme
Dengan sikap patriotism dan nasionalisme, generasimuda dapat dilibatkan dalam upaya pembelaan dan mempertahankan Negara.

9. Sikap ksatria
Sikap kesatria identik dengan sikap berani, mengabdi pada Negara serta rasa tanggung jawab social yang tinggi. Sehingga dengan sikap itu para generasi muda dpat menjadi pembela dan penegak hokum bagi masyarakat dn bangsa.

10. Kemampuan penguasaan ilmu & teknologi
Ilmu dan teknologi saat ini berkembang sangat pesat, dengan ilmu tersebut generasi muda dapat menerapannya dilingkungan sekitar sebagai transformator dan dinamistator.


Berikut adalah potensi pemuda yg dapat mencerdaskan bangsa, dengan adanya potensi-potensi tsb kita harus memiliki upaya dan usaha untuk mencerdaskan bangsa ini, upaya-upaya untuk mencerdaskan bangsa;

1. Menigkatkan pendidikan di setiap daerah di Indonesia, supaya anak"di wilayah Indonesia dpt mengerti dan menambah ilmu pengetahuannya
2. Pemerintah melaksanakan sistem belajar minimal 9 tahun atau hingga jenjang Smp/Mts bagi anak - anak di seluruh wilayah Indonesia
3. Ikut membantu negara tetangga yang sedang tertimpa musibah atau suatu masalah yang diiranya membuntuhkan bantuan dari negara lain supaya meningkatkan sistem kekerabatan
4. Menjaga hubungan baik dengan negara lain dalam sistem perdagangan dan kerjasama antar negara
5. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan negara tetangga terdekat