A. Prasangka
dan Diskriminasi
Prasangka adalah Sikap yang negatif terhadap sesuatu tanpa
ada alasan yang mendasar atas pribadi tersebut.
Diskriminasi adalah Pembedaan perlakuan terhadap sesama
warga negara ( berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dsb)
Prasangka dan Diskriminasi berhubungan erat satu dengan yang
lainnya karena pada teorinya prasangka bersumber pada satu sikap dan
diskriminasi menunjuk pada satu sikap, prasangka dapat menjadi dasar dari
diskriminasi, dan pada akhirnya mereka akan melakukan tindakan yang negatif.
Contoh Prasangka adalah adanya persaingan antar individu
secara berlebihan dalam suatu lingkungan, misalnya persaingan antar karyawan
dalam suatu tempat kerja.
Sedangkan contoh Diskriminasi adalah Cina sebagai kelompok
minoritas, sering menjadi sasaran rasial, walaupun secara yuridis telah menjadi
warga negara Indonesia dan dalam UUD 1945 Bab X Pasal 27 dinyatakan bahwa semua
warga negara mempunyai kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan.
Apabila muncul suatu sikap berprasangka dan diskriminatif
terhadap kelompok sosial lain, atau terhadap suku bangsa , kelompok etnis
tertentu, bisa jadi akan menimbulkan pertentangan-pertentangan yang lebih luas.
B. ETNOSENTRISME
Etnosentrisme
adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa budayanya
adalah yang terbaik diantara budaya-budaya yang dimiliki oleh orang lain.
Sebab-sebab Munculnya
Etnosentrisme di Indonesia
Salah satu faktor yang mendasar yang menjadi penyebab
munculnya etnosentrisme di Bangsa ini adalah budaya politik masyarakat yang
cenderung tradisional dan tidak rasionalis. Budaya politik masyarakat kita
masih tergolong budaya politik subjektif Ikatan emosional –dan juga
ikatan-ikatan primordial- masih cenderung menguasai masyarakat kita. Masyarakat
kita terlibat dalam dunia politik dalam kerangka kepentingan mereka yang masih
mementingkan suku, etnis, agama dan lain-lain. Aspek kognitif dan partisipatif
masih jauh dari masyarakat kita.
Salah satu faktor yang juga menjadi penyebab munculnya
masalah etnosentrisme adalah pluralitas Bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia
merupakan bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan golongan.
Pluralitas masyarakat Indonesia ini tentu melahirkan berbagai persoalan. Setiap
suku, agama, ras dan golongan berusaha untuk memperoleh kekuasaan dan menguasai
yang lain.Pertarungan kepentingan inilah yang sering memunculkan
persoalan-persoalan di daerah.
Contoh Etnosentrisme
di Indonesia adalah kebiasaan memakai koteka bagi masyarakat papua pedalaman.
Jika dipandang dari sudut masyarakat yang bukan warga papua pedalaman, memakai
koteka mungkin adalah hal yang sangat memalukan. Tapi oleh warga pedalaman
papua, memakai koteka dianggap sebagai suatu kewajaran, bahkan dianggap sebagai
suatu kebanggaan.
Cara Untuk
Mengurangi/Menghilangkan Prasangka dan Diskriminasi
a. Perbaikan
kondisi sosial ekonomi
Pemerataan pembangunan dan membuka lapangan pekerjaan
merupakan cara cukup baik mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan sosial
antara masyarakat menengah kebawah dengan menengah keatas
b. Perluasan
kesempatan belajar
Usaha pemerintah untuk melakukan pemerataan kesejahteraan
dalam bidang pendidikan sudah dilakukan, misalnya saja dana APBN yang sudah
mencapai 20% untuk dunia pendidikan, Wajib Belajar (WAJAR) selama 9 tahu, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar