Pertambahan Penduduk
Pertambahan penduduk suatu daerah atau
negara pada dasarnya dipengaruhi oleh
faktor-faktor demografi :
a. Mortalitas
b. Fertilitas
c. Migrasi
A. MORTALITAS
Moratlitas
adalah ukuran jumlah kematian (umumnya, atau karena akibat yang spesifik) pada
suatu populasi, skala besar suatu populasi, per dikali satuan. Mortalitas
khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun,
hingga, rata-rata mortalitas sebesar 9.5 berarti pada populasi 100.000 terdapat
950 kematian per tahun. Mortalitas berbeda dengan morbiditas yang merujuk pada
jumlah individual yang memiliki penyakit selama periode waktu tertentu.
https://id.wikipedia.org/wiki/Mortalitas
B. Fertilitas
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil
reproduksi yang nyata dari seseorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata
lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fekunditas,
sebaliknya, merupakan potensi fisik untuk melahirkan anak. Jadi merupakan lawan
arti kata sterilitas. Natalitas mempunyai arti sama dengan fertilitas hanya
berbeda ruang lingkupnya. Fertilitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan
penduduk sedangkan natalitas mencakup peranan kelahiran pada perubahan penduduk
dan reproduksi manusia.
https://andykomkom.wordpress.com/2014/11/11/pengertian-fertilitasmortalitas-dan-migrasi
C. Migrasi
Migrasi
adalah adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu
tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau
batas politik/negara (migrasi internasional). Dengan kata lain, migrasi
diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara)
ke daerah (negara) lain. Arus migrasi ini berlangsung sebagai tanggapan
terhadap adanya perbedaan pendapatan antara kota dan desa. Namun, pendapatan
yang dimaksud bukanlah pendapatan aktual, melainkan penghasilan yang diharapkan
(expected income). Kerangka Skematik ini merupakan aplikasi dari model
dekskripsi Todaro mengenai migrasi. Premis dasar yang dianut dalam model ini
adalah bahwa para migran mempertimbangkan dan membandingkan pasar-pasar tenaga
kerja yang tersedia bagi mereka di sektor pedesaan dan perkotaan, serta memilih
salah satunya yang dapat memaksimumkan keuntungan yang diharapkan. Besar
kecilnya keuntungan yang mereka harapkan diukur berdasarkan besar kecilnya
selisih antara pendapatan riil dari pekerjaan di kota dan di desa, angka
tersebut merupakan implementasinya terhadap peluang migran untuk mendapatkan
pekerjaan di kota.
Di Indonesia sendiri perpindahan penduduknya tidak merata. Dapat kita lihat, banyak bagian aatau daerah di indonesia yg sangat jarang dan minim nilai penduduknya. Sedangkan di kota-kota besar yg luas daerahnya kecil tetapi malah memiliki penduduk yg sangat banyak sehingga mengakibatkan pertumpukan penduduk.